Inilah Hasil Pantauan Status Gizi Menurut WHO yang Wajib Anda Ketahui

Apa Itu WHO?

WHO atau yang merupakan singkatan dari World Health Organization, ini merupakan badan atau organisasi dunia yang bergerak dibidang kesehatan. WHO merupakan salah satu badan kesehatan dunia yang bermarkas di Janewa, Swiss. Badan kesehatan dunia ini banyak melakukan terobosan-terobosan terbaru, terutama terkait dalam hal kesehatan yang salah satunya adalah gizi. WHO selalu melakukan pantauan gizi kepada seluruh dunia, hasil pantauan gizi menurut WHO ini bertujuan untuk mendapatkan kesehatan yang maksimal bagi seluruh rakyat didunia.
Inilah Hasil Pantauan Status Gizi Menurut WHO yang Wajib Anda Ketahui

Untuk melakukan pengawalan perbaikan gizi pada masyarakat, untuk itulah perlu diadakannya pemantauan gizi sebagai alat evaluasi ataupun monitoring. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan nilai kesehatan gizi pada masyarakat. Status gizi menurut WHO ini sangatlah penting yang mana ini adalah merupakan sebuah tolak ukur dalam mempertimbangkan status gizi masyarakat dimata dunia.

Status gizi menurut WHO adalah ukuran keberhasilan dalam pemenuhan gizi dan nutrisi pada anak. Keberhasilan status gizi menurut WHO yaitu ditandai dengan naiknya berat badan dan tinggi badan anak. Status gizi juga bisa didefinisikan sebagai sebuah bentuk keseimbangan antara kebutuhan dan masuknya nutrisi dalam tubuh yang memenuhi kebutuhan dari tubuh itu sendiri.

Pemantauan Status Gizi Balita Indonesia Menurut WHO 

Pemantauan status gizi balita menurut WHO pada tahun 2015 menunjukan hasil prevalensi balita pendek mencapai 29,9%.  Sementara angka balita berbobot kurang mencapai 18,8% dan balita kurus sebesar 11,9%.

Sementara itu, berdasarkan status gizi WHO tahun 2017 sedikit adanya perbaikan dimana angka pravalensi mengalami penurunan. Namun status gizi menurut WHO masih dalam titik kronis yang perlu diperhatikan. Hal ini menunjukan jika masalah gizi pada anak dibawah 5 tahun masih tinggi dan perlu menjadi perhatian.

Sementara itu, hasil pantauan status gizi pada tahun 2018  kembali dilakukan. Dimana pada tahun-tahun ini indonesia mengalami banyak penurunan. Namun belum memenuhi standar status gizi menurut WHO.

Tahapan Pemantauan Gizi oleh WHO

Data menunjukan dimana Indonesia menempati urutan kedua tertinggi di Asia dalam permasalahan pravelansi stunting pada bayi dan balita. Dimana menurut data, Indonesia mengalami banyak permasalahan terkait dengan kurangnya gizi pada sebagian anak balita. Dimana hal ini tentu menjadi sesuatu yang cukup memprihatinkan. Fase dimana mereka seharusnya tumbuh dan berkembang menjadi terhambat dengan permasalahan kurangnya gizi. Sementara itu, tata cara pemantauan status gizi ini dilakukan dengan  tahapan berikut ini.

1.  Antopometri

Antopometri adalah metode penilaian status gizi yang dilakukan dengan cara mengukur tubuh manusia. Dimana  dalam proses pengukuran ini akan diketahui apakah tumbuh kembang buah hati anda sesuai atau tidak berdasarkan umurnya. Ukuran antopometri yang sering dilakukan adalah untuk mengukur Tingi Badan (TB) dan juga Berat Badan (BB). Dimana bayi dan balita yang sehat akan mengalami kenaikan yang signifikan setiap bulannya.

2.  Klinis

Pemeriksaan status gizi yang kedua adalah dilakukan dengan cara klinis. Yaitu menganalisa dampak balita terkena gizi buruk berdasarkan jaringan epitel seperti mata, kulit dan rambut yang mana dapat terdeteksi oleh mata. Tahapan ini akan melihat kondisi fisik bayi secara detail.

3.  Biokimia

Penelitian status gizi yang selanjutnya adalah Biokimia. Dimana penelitian ini lebih spesifik karena laboratorium. Dimana metode pemeriksaannya adalah dengan menggunakan urin, darah dan juga feses.

4.  Biofisik

Mengetahui status gizi menurut biofisik adalah metode penelitian status gizi yang cukup langka dan hanya dilakukan pada kasus-kasus tertentu saja.

Setelah mengetahui tata cara pemeriksaan status gizi, anda tentunya mengetahui pentingnya status gizi bagi anak dan balita. Untuk mengetahui dan mendeteksi apakah perkembangan buah hati anda sudah optimal dan sesuai dengan umurnya. Anda dapat membacanya dalam tabel tumbuh kembang anak yang biasanya disertakan setiap kali anda memeriksakan kesehatan anak di posko-posko kesehatan.

Demikian tadi uraian singkat tentang status gizi menurut WHO. Semoga Anda bisa lebih memperhatikan asupan gizi si kecil agar tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan. Menjaga kesehatan dan asupan si kecil sejak dini tentu bisa membantunya tumbuh dewasa dengan lebih bahagia.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel